SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS merupakan sebuah film biopic yang disutradarai oleh Naya Anindita. Film ini diproduksi oleh studio 700 Pictures dan akan bercerita tentang perjalanan para pendiri KASKUS. Adalah Ken dan Andrew, dua sahabat yang bekerja dengan keras untuk mewujudkan mimpi mereka. Cerita bermula dari tugas kuliah, dimana Ken bersama Andrew membangun sebuah forum diskusi yang diberi nama KASKUS, dari asal kata Kasak Kusuk. Ide membuat KASKUS muncul saat Andrew memperoleh tugas untuk membuat aplikasi dari software gratisan. Dalam perjalanan waktu, berbagai rintangan mereka hadapi bersama. Hingga KASKUS menjadi satu-satunya forum no.1 di Indonesia.
Informasi
Sutradara Naya Anindita Produser Putrama Tuta Penulis Skenario Ilya Sigma, Priesnanda Dwisatria Pemain Dion Wiyoko, Albert Halim, Pamela Bowie, Afgan Syahreza
Trailer Baru Film Sundul Gan
Link Download Film Sundul Gan The Story of Kaskus (2016) Bluray Ganool Subtitle Indonesia
Download Streaming Sundul Gan The Story of Kaskus Full Movie Sub Indo English France subscene Indowebster full speed ganool com mkv mp4 3gp Video 720p 480p 1080p HD HQ Quality Streaming Online Nonton Film Sundul Gan The Story of Kaskus Subtitle Indonesia Web DL CAM DVDRip HDTS free subtitle indonesia English subtitle subbed Trailer Sinopsis Sundul Gan The Story of Kaskus Life Lagu .MP3 OST, film Sundul Gan The Story of Kaskus ganool terbaru 2016, film Sundul Gan The Story of Kaskus
Gunung bukan untuk ditaklukkan. Begitu kata Um Hong-gil kepada Park Moo-taek di awal masa inisiasi yang dilakukan pendaki gunung senior terhadap para juniornya. Hong-gil sudah jauh lebih berpengalaman ketimbang Moo-taek. Sebagai kapten dalam tim pendakinya, ia menggembleng fisik dan mental juniornya itu habis-habisan. Sebab, gunung-gunung tertinggi di bumi bukanlah medan bersahabat dengan manusia.
Apalagi, Hong-gil awalnya tak mempercayai kemampuan Moo-taek dalam mendaki gunung. Karena beberapa tahun sebelumnya, Moo-taek sempat nyaris mencelakakan dirinya sendiri. Namun, perlahan pendaki senior dan junior ini saling padu dan menjadi sahabat serta partner yang tangguh dalam mendaki gunung. Bermula dari puncak Kanchenjunga, gunung tertinggi ketiga di dunia (8.586 meter) setelah Everest dan Chogori, mereka lalu menjejakkan kakinya di puncak-puncak dunia.
Namun, cedera lama di kakinya membuat Hong-gil harus menjauh dari gunung. Everest pun batal didakinya bersama Moo-taek. Juniornya itu kemudian menjadi kapten bagi tim pendaki yang akan berusaha mencapai puncak Gunung Everest (8.848 meter). Malang bagi Moo-taek, karena ia terjebak di atas Everest. Setahun kemudian Hong-gil membentuk tim untuk melakukan Ekspedisi Manusia. Misi mereka bukanlah untuk mencapai puncak Everest, tapi menemukan jasad Moo-taek dan membawanya pulang.
Inilah jalinan kisah melodrama The Himalayas yang memikat hati banyak penonton di Korea Selatan. The Himalayas bukanlah film tentang pendakian gunung, melainkan film tentang persahabatan dan upaya untuk mengerti diri sendiri, orang lain dan kebesaran alam. Hwang Jung-min, pemeran tokoh Um Hong-gil, ikut merasakan hal-hal tersebut ketika lakukan syuting The Himalayas di pegunungan tertinggi di dunia itu. Bahkan, Hwang merasakan kesepian di atas sana.
"Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Um Hong-gil ketika ia berjuang mendaki gunung. Ketika kamu berada di ketinggian seperti di Himalaya, pertanyaan yang terus menghantui bukanlah bagaimana supaya kita bisa terus hidup, tapi apakah kita akan mati atau hidup? Sulit dipercaya bahwa kehidupan manusia bisa sangat rapuh (di kondisi seperti itu), dan itulah alasan-alasan mengapa Um memanggul tanggung jawab yang besar atas nyawa teman-teman dan tim pendakian yang dipimpinnya," kata Hwang Jung-min, yang juga membintangi film A Violent Prosecutor, The Wailing, Veteran, dan Ode to My Father.
Tokoh Um Hong-gil adalah nyata, bukan rekaan penulis skenario Suo Jieun-min. Dalam realitasnya, Um Hong-gil adalah pendaki gunung profesional dari Korea Selatan yang berhasil mencapai puncak 14 gunung tertinggi di dunia (dengan ketinggian di atas 8.000 meter) dalam kurun waktu 12 tahun. Atas keberhasilannya ini, dia dianugerahi Himalayan Crown pada tahun 2001. Um Hong-gil pun menjadi orang Korea Selatan pertama dan orang kesebelas di dunia yang mendapat anugerah itu.
Ya, The Himalayas adalah film yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata Um Hong-gil pada tahun 2005. Tentang bagaimana ia berani merelakan nyawanya demi mencapai puncak-puncak gunung tertinggi di dunia, tentang bagaimana dia memimpin dan bertanggung jawab atas keselamatan nyawa anggota tim pendakinya, dan tentang keganasan alam di ketinggian bumi di atas 8.000 meter. Jung Woo, pemeran Park Moo-taek, mengalami bagaimana sulitnya hidup di dekat atap bumi itu.
"Saat syuting film ini di Nepal sangat sulit. Saya hanya bisa tidur dengan waktu yang cukup ketika kami syuting di Mont Blanc di Prancis, tapi saya jarang tidur di Nepal. Saya terbiasa tidur secara singkat, hanya satu atau dua jam saja. Suhunya juga sangat dingin. Dan karena saya tidak bisa mandi, badan saya bau. Itu kondisi yang sulit buat saya, dan saya menjadi lebih menghargai hidup saya di sini. Saya jadi mensyukuri berbagai hal yang jarang saya perhatikan dalam kehidupan sehari-hari saya. Bahkan bisa meminum secangkir kopi di sana membuat saya bersyukur sekali," ungkap Jung Woo yang pernah membintangi film karya Kim Ki-duk, Red Family, dan serial drama TV Reply 1994.
Dengan berbekal plot tentang pendakian gunung tertinggi di bumi dan upaya membawa pulang jasad sahabat, film arahan Lee Seok-hoon ini pun menjadi tontonan laris di Korea Selatan. Film blockbuster dari Hollywood sebesar Star Wars: The Force Awakens pun tak mampu menggeser The Himalayas dari posisi puncak box office Korea Selatan. Ketika film produksi JK Film yang didistribusikan CJ Entertainment ini dirilis perdana pada 16 Desember 2015, ada lebih dari 203 ribu penonton yang menontonnya di bioskop.
Rekor box office pada Hari Natal pun dipecahkan The Himalayas yang menggaet 746.420 penonton. Bahkan, dalam sebulan, film yang juga diperkuat oleh akting Jo Sung-ha, Kim In-kwon, Ra Mi-ran, Kim Won-hae, Lee Hae-yeong, dan Jeon Bae-soo ini berhasil menjual 7 juta tiket dalam kurang dari sebulan. Dan mulai besok, Rabu, 20 Januari 2016, The Himalayas bakal diputar di bioskop-bioskop Indonesia di jaringan CGV blitz, Cinemaxx dan Platinum.
Mary Shelley dan Bram Stoker menerima kredit penulisan nol untuk cerpen Stephen Sommers, Van Helsing, dan Anda dapat mendengar pengarang abadi bernafas panjang, terbebas keluar dari kuburan. Makhluk legenda novelis itu mungkin mendapat tempat terkemuka dari Studio Universal yang menyediakan anggaran besar untuk membuatnya, tetapi ide mendatangkan monster menakutkan masih dipercayakan kepada penulis merangkap sutradara Sommers--baik atau buruknya.
VAN HELSING dimaksudkan untuk mempercepat adrenalin tanpa henti dalam konsep cerita sepanjang 145 menit. Roda mulai berputar saat Count Drakula (Richard Roxburgh) membiayai penciptaan monster Frankenstein (Shuler Hensley) untuk menggerakkan suatu mesin yang akan mengijinkan keturunan mayat penghisap darah (vampire) untuk hidup. Pangeran kegelapan itu mencoba menyenangkan pengantin perempuan, ketika keturunan akhir pemburu vampir Transylvanian (Kate Beckinsale) sedang berusaha yang berakhir dengan sia-sia untuk melawannya dengan menancapkan pasak, sebelum ia akhirnya tewas oleh sang Drakula. Kartu yang berbahaya dalam campuran ini adalah Van Helsing (Hugh Jackman), penembak sewaan yang bekerja untuk gereja Katolik dengan suara hati yang salah untuk menaklukkan berbagai makhluk kejahatan.
Sommers adalah pilihan yang bisa bikin ketar-ketir untuk membuat spesial efek dan musik yang sangat luar biasa mengerikan. Film MUMMY menambah kocek Universal, tetapi pekerjaan efeknya yang menonjol untuk beberapa pertimbangan yang salah. Ingatlah bagaimana jeleknya saat Brendan Fraser berpacu dengan matahari terbit di THE MUMMY RETURN? Dan mari kita tidak menyebutkan CGI SCORPION KING sebagai hal yang menggelikan untuk sebuah akhir film yang sama. Game video bisa membuat visuil yang lebih meyakinkan-- secara kebetulan, Anda dapat mencari permainan Van Helsing di toko segera.
Tidak satupun dalam Van Helsing yang terasa sungguh sama animatronic seperti film karton KING- meskipun awalnya melirik pada alter ego Dr Jekyll, Mr Hyde yang sangat mirip. Sukses Sommers dulunya di box office membuat dia meminta anggaran cukup besar dimana ia dengan bijak merancang set yang mahal tapi mengesankan. Kota Transylvania, di Laboratorium Dr Frankenstein dan benteng es Dracula menyediakan latar belakang mengesankan untuk Sommers jika tidak dapat lupa bermain-main. Sekalipun begitu bahkan di sini, Sommers menunjukkan kepercayaan kecil dalam kemampuan visuilnya, maka ia menembak mayoritas peristiwa dalam kegelapan, hujan, atau salju lebat.
VAN HELSING mempunyai ambisi besar tapi mengwainkan dirinya sendiri ke mitologi komik, bukan klasik. Karakter werewolf tidak memberikan kontribusi apapun ke skema Dracula secara keseluruhan tapi Sommers menyeret dia ke dalam keributan sebab ia penjahat tradisonal studio Universal. Stok dialog yang mengerikan terlihat jelek ketika menyalak nyaring dalam aksen Eropa yang mengerikan. Jackman terlihat pandir dengan topi dan potongan rambut yang meniru gitaris Whitesnake, tetapi ia adalah penyangga jalan cerita itu mengalir.
Pada kenyataannya, Van Helsing berhutang lebih ke hukum gerak Newton pertama dibanding melakukan horor klasik. Obyek ditempatkan secara bergerak oleh sutradara tanpa pernah berhenti seperti energi pinball dari satu susunan rumit ke berikutnya. Makhluk itu bergerak sangat cepat, kita tidak bisa berhenti cukup lama untuk bertanya mengapa peristiwa tertentu sedang terjadi. Mengapa Frankenstein adalah kunci untuk memelihara bayi Dracula?Kenapa orang melanjutkan untuk tinggal di kota Transylvania dipenuhi vampire? Mengapa suatu kereta kayu tiba-tiba terbakar saat werewolf menyentuhnya? Aduh tunggu, jangan bertanya terus atau Anda akan ketinggalan adegan Van Helsing lainnya... jadi nikmati saja berpacunya adrenalin Anda.
Film Demolition ini menceritakan tentang seorang bankir investasi tampan dan sukses bernama Davis Mitchell (Jake Gyllenhaal). Walaupun sudah berada di puncak karirnya, Davis merasa kesepian setelah kematian sang istri, akibat sebuah insiden kecelakaan saat berkendara. Dari sutulah Davis melai mencoba untuk melupakan semua kenangan yang pernah ada bersama istrinya, semakin ingin melupakan maka perasaannya semakin dekat dengn almarhum istrinya tersebut. Walaupun juga dibantu Phil mertuanya, tetapi semua tidak berjalan sesuai harapan. Suatu hari Davis yang kecewa dengan pelayanan sebuah mesin otomatis, menuliskan surat keluhannya kepada perusahaan penjual mesin tersebut.Surat keluhannya sampai ke Karen Mareno (Naomi Watts) sebagai seorang costumer service. Siapa sangka, surat tersebut kemudian menjadi awal hubungan keduanya.Hubungan keduanya berjalan lebih baik. Karen dan putranya Chris (Yehuda Lewis) mencoba membantu Davis untuk keluar dari penderitaan dan kesepian sejak ditinggal mendiang istrinya tersebut.